agama intrinsik
intrinsic religion
Ringkasan Singkat
Orientasi religius di mana praktik keagamaan dianggap sebagai tujuan akhir itu sendiri, bukan sarana untuk mencapai tujuan lain.
Agama intrinsik adalah konsep yang diperkenalkan oleh psikolog Gordon W. Allport untuk membedakan motif di balik keberagamaan seseorang. Orang dengan orientasi intrinsik 'menghidupi' agama mereka; bagi mereka, keyakinan dan praktik keagamaan adalah komitmen utama yang memberi makna pada seluruh aspek kehidupan mereka.
Ini berbeda dengan orientasi agama ekstrinsik, di mana agama 'digunakan' untuk mendapatkan keuntungan sosial, kenyamanan pribadi, atau status. Individu dengan agama intrinsik cenderung lebih tulus dalam keyakinannya dan sering kali menunjukkan kesehatan mental yang lebih baik serta tingkat prasangka sosial yang lebih rendah. Allport berpendapat bahwa orientasi intrinsik mencerminkan keberagamaan yang matang secara psikologis.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). Personal Religious Orientation and Prejudice.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.